Namanya anak kos, berbeda dengan anak rumahan yang selalu diingetin ma ortu buat ini itu... Anak kos harus mandiri melakukan sesuatu baik itu berupa kewajiban, maupun sesuatu yang memang mesti dilakukan... Sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim, tidak pandang bulu, baik itu laki, perempuan; tua, muda, yang berjenggot, maupun yang jenggotnya gundul, dan sebagainya dan lain-lain... ^^
Baca salah satu permasalahan di bawah ini:
Orang yg ketiduran dan ketinggalan sholat apakah wajib langsung mengqodo sholatnya bila ia bangun pada waktu dilarang sholat?
contoh: shubuh berakhir +-jam5 ia bangun jam 5.30, sedangkan antara waktu shubuh dan dhuha ada jeda waktu yg diharamkan utk sholat. apakah ia harus langsung mengqodo diwaktu yg dilarang sholat tsb atau menunggu waktu dhuha dulu baru mengqodo?
Apa arti Qodho??
Qodho yg dimaksud di sini bukanlah qodho yg sebenarnya, seperti halnya qodho untuk puasa. Karena pada prinsipnya tidak ada qodho untuk sholat.
Memang benar, tidak ada sholat setelah subuh. Dan termasuk larangan untuk melakukan sholat di waktu tersebut. Larangan akan tetap menjadi larangan, selama tidak ada dalil yg menjelaskan diperbolehkannya untuk melakukan di waktu tersebut.
Karena ada perintah untuk segera melakukan sholat yg terlupakan, maka segeralah sholat ketika teringat.
Terkecuali jika pada saat teringat, shalat berjamaah segera didirikan, maka shalat berjamaah terlebih dahulu baru melakukan yg terlupakan.
Untuk kasus sholat subuh ada dalil:
"Kami pernah bersama Rasulullah Saw dalam sebuah perjalanan. Lalu kami melakukan perjalanan di malam hari. Ketika diambang waktu subuh, Rasulullah Saw singgah, kemudian tidur dan orang-orangpun ikut tidur. Dan kami tidak bangun kecuali ketika matahari telah terbit menyinari kami. Kemudian Rasulullah Saw menyuruh muadzdzin mengumandangkan adzan, maka diapun mengkumandangkannya. Selanjutnya, beliau melakukan sholat dua rakaat sebelum sholat subuh. Setelah itu beliau menyuruh muadzdzin untuk mengkumandangkan iqomah, maka diapun melakukan iqomah. Baru kemudian beliau mengerjakan shalat bersama-sama orang. Kemudian beliau memberitahu kami mengenai apa yang akan terjadi sampai hari kiamat kelak." (hadits shahih lighairihi. diriwayatkan d dlm shahih Sunanun Nasa-i. Dgn makna yg sama jg diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah).
Berdasarkan dalil tsb (dan lainnya), maka segeralah sholat subuh tanpa menunggu waktu dhuha.
Yang perlu kita perhatikan bersama bahwa hal tersebut bukanlah menjadi kebiasaan.
Oke, tinggal pilihan kalian sendiri...
Apakah menginginkan bahagia di dunia akhirat atau suntuk seumur hidup di neraka karena meninggalkan sholat...
Baca salah satu permasalahan di bawah ini:
Orang yg ketiduran dan ketinggalan sholat apakah wajib langsung mengqodo sholatnya bila ia bangun pada waktu dilarang sholat?
contoh: shubuh berakhir +-jam5 ia bangun jam 5.30, sedangkan antara waktu shubuh dan dhuha ada jeda waktu yg diharamkan utk sholat. apakah ia harus langsung mengqodo diwaktu yg dilarang sholat tsb atau menunggu waktu dhuha dulu baru mengqodo?
Apa arti Qodho??
Qodho yg dimaksud di sini bukanlah qodho yg sebenarnya, seperti halnya qodho untuk puasa. Karena pada prinsipnya tidak ada qodho untuk sholat.
Memang benar, tidak ada sholat setelah subuh. Dan termasuk larangan untuk melakukan sholat di waktu tersebut. Larangan akan tetap menjadi larangan, selama tidak ada dalil yg menjelaskan diperbolehkannya untuk melakukan di waktu tersebut.
Karena ada perintah untuk segera melakukan sholat yg terlupakan, maka segeralah sholat ketika teringat.
Terkecuali jika pada saat teringat, shalat berjamaah segera didirikan, maka shalat berjamaah terlebih dahulu baru melakukan yg terlupakan.
Untuk kasus sholat subuh ada dalil:
"Kami pernah bersama Rasulullah Saw dalam sebuah perjalanan. Lalu kami melakukan perjalanan di malam hari. Ketika diambang waktu subuh, Rasulullah Saw singgah, kemudian tidur dan orang-orangpun ikut tidur. Dan kami tidak bangun kecuali ketika matahari telah terbit menyinari kami. Kemudian Rasulullah Saw menyuruh muadzdzin mengumandangkan adzan, maka diapun mengkumandangkannya. Selanjutnya, beliau melakukan sholat dua rakaat sebelum sholat subuh. Setelah itu beliau menyuruh muadzdzin untuk mengkumandangkan iqomah, maka diapun melakukan iqomah. Baru kemudian beliau mengerjakan shalat bersama-sama orang. Kemudian beliau memberitahu kami mengenai apa yang akan terjadi sampai hari kiamat kelak." (hadits shahih lighairihi. diriwayatkan d dlm shahih Sunanun Nasa-i. Dgn makna yg sama jg diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah).
Berdasarkan dalil tsb (dan lainnya), maka segeralah sholat subuh tanpa menunggu waktu dhuha.
Yang perlu kita perhatikan bersama bahwa hal tersebut bukanlah menjadi kebiasaan.
Oke, tinggal pilihan kalian sendiri...
Apakah menginginkan bahagia di dunia akhirat atau suntuk seumur hidup di neraka karena meninggalkan sholat...
